JawaPos.com - Ketentuan Presidential Threshold (PT) sebanyak 20 persen suara parlemen atau 25 persen suara nasional masih banyak diperdebatkan. Angka tersebut dianggap terlalu tinggi dan memberikan dampak buruk bagi demokrasi di Indonesia.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Parti Demokrat, Rachland Nashidik mengatakan, adanya PT 20 persen seperti melakukan pembunuhan berencana terhadap sistem demokrasi. Sebab banyak calon-calon potensial gagal maju karena adanya syarat tersebut.
"PT 20 persen bukan cuma dipaksakan tapi juga pembunuhan berencana terhadap sistem demokrasi. Di belakang ada calon (potensial) tapi berhimpit-himpitan karena jalan ujungnya disempitkan," kata Rachland di Gado-gado Boplo Jalan Gereja Theresia Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/7).
Rachland menegaskan, tingginya PT ini juga disebut akan berdampak buruk bagi partai di pemilihan legislatif (pileg). Sebab partai yang tidak mengusung kadernya sebagai calon di pilpres berpotensi ditinggalkan pemilih.
"Persoalannya dengan adanya PT 20 persen ini partai tidak bisa mengusung calonnya sendiri maka akan ditinggalkan pemilih, berpengaruh dalam Pileg. Jadi ini suatu pembunuhan berencana," tegasnya.
Selain itu partai yang kalah dalam pilpres 2019 akan mengalami kesulitan meraih kemenangan di pilpres 2024. Karena jumlah kursi parlemen yang diraihnya di pileg 2019 akan berkurang.
"Nanti di 2024 partai yang kalah ini akan kalah lagi karena kursinya kurang. Kalau kita bahasakan dengan lebih canggih di mana demokrasi dijauhkan dari nilai etis," terang Rachland.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua Umum partai Gerindra, Ferry Juliantono. Menurutnya PT 20 persen terlalu dipaksakan. Hal itu pula yang membuat aturan itu digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).
"Itu (PT) upaya dipaksakan padahal itu argumentasi sudah dibantah, sampai hari ini gugatan ke MK tetap ada," pungkasnya.
(sat/JPC)
https://www.jawapos.com/read/2018/07/07/225975/demokrat-pt-20-persen-pembunuhan-berencana-terhadap-sistem-demokrasi
0 Response to "Demokrat: PT 20 Persen Pembunuhan Berencana Terhadap Sistem Demokrasi"
Posting Komentar