KPK Kembali Periksa Dirut PJB Gunawan Y Hariyanto

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Investasi, Gunawan Y. Hariyanto terkait kasus pembangunan PLTU Riau-1. Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan kali ini merupakan pemeriksaan lanjutan bagi Gunawan. Hingga saat ini Gunawan masih menjalani proses pemeriksaan.

“Lanjutan pemeriksaan kemarin (19/7)” ujarnya pada awak media, Selasa (24/7).

Sekadar informasi, Gunawan juga sebelumnya sudah diperiksa penyidik KPK sebagai saksi bagi tersangka pengadaan PLTU Riau-1, Johannes Budisutrisno Kotjo pada Kamis (19/7).

Bahkan, perusahaan milik Gunawan juga sempat digeledah oleh penyidik KPK usai dua tersangka dalam kasus tersebut yakni Eni Maulani Saragih dan Johannes ditahan.

Sebelumnya, kasus yang menjerat anggota DPR RI dari partai Golkar, Eni Maulani Saragih ini berawal saat KPK mengadakan operasi tangkap tangan di lapangan.

Eni yang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pertama kali dijemput di rumah dinas Idrus Marham yang berada di Widya Chandra saat mengadiri acara ulang tahun anak Idrus.

Kasus ini bermula saat KPK menduga Eni dan kawan-kawan menerima uang sebesar Rp 500 juta bagian dari komitmen fee 2,5 persen dari nilai proyek yang akan diberikan terkait kesepakatan kontrak kerjasama pembangunan PLTU Riau-1.

Penerimaan kali ini diduga merupakan penerimaan keempat dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo kepada Eni dengan nilai total setidak-tidaknya Rp 4,8 miliar.

Pemberian pertama pada Desember 2017 sebesar Rp 2 miliar, kedua Maret 2018 sebesar Rp 2 miliar dan ketiga 8 Juni Rp 300 juta dan uang tersebut diduga diberikan melalui staf dan keluarga.

Diduga peran Eni adalah untuk memuluskan proses penandatanganan kerjasama terkait PLTU Riau-1.

Saat ditangkap KPK telah mengamankan barang bukti yakni uang sebesar Rp 500 juta dan dokumen tanda terima.

Sebagai pihak penerima, Eni Maulani Saragih disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 juncto Pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Sementara sebagai pihak pemberi, Johannes yang merupakan pihak swasta disangkakan melanggar pasal melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001.

(ipp/JPC)

Let's block ads! (Why?)

https://www.jawapos.com/read/2018/07/24/230288/kpk-kembali-periksa-dirut-pjb-gunawan-y-hariyanto

0 Response to "KPK Kembali Periksa Dirut PJB Gunawan Y Hariyanto"

Posting Komentar