
Dalam hal ini, Pemkot Padang telah mengelola aset berbasis teknologi dengan Sistem Informasi Manajemen Daerah-Barang Milik Daerah (SIMBA-BMD) bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) selaku owner aplikasi tersebut.
Asisten Administrasi Pemkot Padang Didi Aryadi mengatakan, salah satu langkah untuk kembali menjemput WTP adalah dengan memaksimalkan penggunaan SIMBA-BMD. Sistem ini diyakini mampu meminimalisir semua kelemahan dan penyimpangan dalam pelaksanaan pengelolaan barang milik daerah di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dan sekolah.
"Kelemahan dan penyimpangan dalam pengelolaan aset selama ini, diharapkan bisa diatasi dengan SIMBA-BMD. Sehingga kita meraih WTP kelima kalinya tahun ini," sebut Didi Aryadi usai membuka bimbingan teknis (Bimtek) pengelolaan barang bagi pengurus barang Pemkot Padang, Selasa (3/4).
Selain mengejar WTP, tahun ini pemerintah juga melakukan sensus barang milik daerah secara nasional. Sehingga, sangat diperlukan pelaporan aset dan barang yang lebih akuntabel.
"Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman pengelola barang agar lebih akuntabel dan bertanggungjawab," sebutnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) Pemkot Padang Andri Yulika mengatakan, pelaksanaan bimtek tersebut bertujuan agar pengelola barang memahami tahapan dan proses pengelolaan BMD. Sebab, pengelola barang harus berpedoman pada Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang pedoman pengelolaan BMD.
"Kami harap, aparatur pengelola BMD melakukan penelusuran, pendaftaran dan pencatatan aset dengan benar dan bertanggungjawab. Hal ini untuk memperoleh data kekayaan daerah yang akurat dan mutakhir yang akan dijadikan acuan dalam penyusunan neraca pemerintah daerah," kata Andri.
Sedikitnya, Bimtek pengelolaan barang Pemkot Padang ini di ikuti sebanyak 150 orang. Pengurus BMD dari OPD dan sekolah itu akan mengikuti pelatihan mulai hari ini hingga besok Rabu (4/4).
(rcc/JPC)
0 Response to "Pemkot Padang Incar WTP Kelima"
Posting Komentar