Meski Bahaya, Ratusan PKL Tetap Berjualan di Fly Over Kelok Sembilan

Kepala Dinas Satpol PP-Damkar Sumbar Zul Aliman mengatakan, keberadaan PKL itu sudah banyak dilaporkan. Keberadaan mereka dianggap meresahkan pengunjung yang melintas di atas fly over tersebut. Padahal, sesuai ketentuan, pedagang tidak diperkenankan berjualan sepanjang fly over.

"Lapaknya sudah memakan badan jalan dan itu harus ditertibkan. Sebelum bulan Ramadhan tahun ini, semuanya harus dibersihkan," terang Zul Aliman di Padang, Jumat (27/4).

Kepala Dinas Satpol PP-Damkar Sumbar Zul Aliman (Riki Chandra/JawaPos.com)

Menurutnya, aksi penertiban sudah berulangkali dilakukan, bahkan sejak tahun lalu. Namun, para pedagang tetap saja bandel dan berjualan di fly over yang menyebabkan hilangnya keindahan jembatan yang juga menjadi tujuan wisata.

"Berdagang di fly over ini juga membahayakan nyawa. Namanya jalan, di atas jembatan lagi," terang Zul.

Hanya saja, terang Zul Aliman, sebelum turun menertibkan fly over kelok sembilan itu, pihaknya akan menggelar rapat bersama Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota. Hal ini untuk memastikan, kemana PKL tersebut akan dipindahkan dan dinilai aman untuk berdagang.

"Kalau dari pandangan saya, pedangan lebih baik berjualan di bawah fly over. Karena ada lokasi parkir kendaraan yang cukup menjorok dari badan jalan," katanya.

"Target saya, sebelum ramadhan ini, kondisi di atas fly over harus kosong," tambahnya.

(rcc/JPC)

Let's block ads! (Why?)

https://www.jawapos.com/read/2018/04/27/208104/meski-bahaya-ratusan-pkl-tetap-berjualan-di-fly-over-kelok-sembilan

0 Response to "Meski Bahaya, Ratusan PKL Tetap Berjualan di Fly Over Kelok Sembilan"

Posting Komentar