Paham Radikalisme Mengintai PNS dan Mahasiswa, Begini Cara Mencegahnya

JawaPos.com - Perkembangan radikalisme menjadi ancaman serius bangsa Indonesia. Tercatat, sejumlah mahasiswa bahkan abdi negara diduga telah terpapar paham ini.

Menaggapi hal itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius memberikan intruksi khusus kepada instansi terkait. Dia meminta masing-masing lembaga memverifikasi ulang pegawai atau mahasiswanya.

Hal ini dilakukan guna menemukan oknum yang telah terpapar radikalisme. Jika terindikasi terpapar paham radikalime, maka yang bersangkutan bisa diikutkan dalam program deradikalisasi.

Paham Radikalisme Mengintai PNS dan Mahasiswa, Begini Cara Mencegahnya
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius meminta Kemen PAN-RB agar lebih selektif dalam proses rekruitmen PNS. (dok. JawaPos.com)

"Kami mengharapkan dari masing-masing intansi untuk bisa memverifikasi kembali siapa-siapa yang terpapar radikalisme," ujar Suhardi di Gedung Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemenkumham, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (31/5).

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) pun diminta berperan dalam proses rekruitmen pegawai negeri sipil (PNS). Suhardi meminta, hanya orang-orang yang memiliki wawasan kebangsaan baik, yang diterima sebagai PNS.

Sementara bagi pekerja di luar PNS, dia meminta peran serta seluruh pihak termasuk media untuk menyebarkan informasi bahaya paham radikalisme.

"Kemudian proses rekruitmen juga sangat penting. Rekruitmen sekarang harus benar-benar selektif. Hanya orang-orang yang punya wawasan kebangsaan, yang boleh menjadi pegawai negeri," tegasnya.

Sementara itu untuk mencegah penyebaran radikalisme di lingkungan pendidikan, Suhardi meminta agar mahasiswa juga dibekali wawasan kebangsaan.

Mahasiswa juga harus diberikan pengertian mengenai bahaya radikalisme secara lengkap. Suhardi juga sudah menekankan hal ini saat kunjungan ke beberapa universitas di Indonesia.

Dia meminta para petinggi perguruan tinggi agar aktif mengawasi kegiatan mahasiswanya. "Pertama bukan langsung ke radikalisme, tapi resonansi kebangsaan. Sebab, itu yang sudah dilupakan bangsa yang sekarang," katanya.

"Setelah itu baru diberikan (informasi tentang) bahaya radikalisme. Bagaimana pemetaannya, mengidentifikasi dan solusinya," pungkas Suhardi.

(sat/JPC)

Let's block ads! (Why?)

https://www.jawapos.com/read/2018/06/01/217002/paham-radikalisme-mengintai-pns-dan-mahasiswa-begini-cara-mencegahnya

0 Response to "Paham Radikalisme Mengintai PNS dan Mahasiswa, Begini Cara Mencegahnya"

Posting Komentar