JawaPos.com - Pernyataan Aman Abdurrahman menjadi perbincangan publik akhir-akhir ini. Pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu menyebut bomber Surabaya adalah tindakan gila. Karena mengorbankan anak dan istri saat melakukan amaliah.
Menurut Pengamat Terorisme, Al Chaidar, Aman berkata jujur. Sebab selama ini tersangka bom Thamrin itu tidak pernah mengeluarkan fatwa dibolehkannya perempuan dan anak-anak menjadi bomber.
"Iya sejujurnya begitu dia mengutuk. Aman tidak pernah memberikan fatwa seperti itu," ungkap Chaidar kepada JawaPos.com, Minggu (27/5).
Sementara itu, Chaidar menduga pelaku bom Surabaya telah terpengaruh oleh ideologi di luar yang diajarkan oleh Aman. Kemungkinan lain juga karena pelaku berinisiatif sendiri atas aksinya.
"Saya mencurigai ada pengaruh-pengaruh wahabi jihadi di dalam kelompok tersebut. Atau bukan dari Aman Abdurrahman jadi kemungkinan itu berasal dari Zainal Anshori (ketua JAD Surabaya) ataupun dari kelompok JAD Jawa Timur," imbuhnya.
Di sisi lain, Chaidar menolak anggapan jika pernyataan Aman ini untuk mencari keringanan vonis yang akan dijatuhkan majelis hakim. Pengamatannya Aman tidak memiliki niatan untuk mencari keringanan hukuman. "Enggak dia gak minta keringanan hukuman," pungkas Chaidar.
Sebelumnya, terdakwa kasus bom Thamrin Aman Abdurrahman mengaku tidak mendukung bom bunuh diri yang dilakukan Dita Oeprianto dan Tri Mirtiono. Sebab dalam aksi itu mereka melibatkan istri dan anak-anaknya.
Kata Aman, aksi yang dilakukan istri Dita, Puji Kuswati yang membawa dua anak perempuannya untuk meledakkan diri di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya, merupakan tindakan yang tidak sesuai ajaran Islam.
"Itu tindakan tidak mungkin muncul dari orang yang memahami ajaran Islam dan menganut tuntunan jihad dan tidak mungkin muncul dari orang yang sehat akalnya," kata Aman saat membacakan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera, Jakarta, Jumat (25/5).
Begitu pula aksi Tri yang membonceng anaknya untuk melakukan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya. Untungnya, salah satu anak pelaku bernama Ais berhasil selamat. "Itu tindakan keji dengan dalih jihad," sebut Aman.
Dia menyebut para pelaku itu adalah orang yang sudah tidak memiliki akal. "Dua kejadian di Surabaya itu saya katakan orang yang lakukan, merestui, atau mengajarkan atau menamakan jihad adalah orang-orang yang sakit jiwanya dan frustrasi dari kehidupan. Islam lepas dari tindakan semacam itu," tegas Aman.
(sat/JPC)
https://www.jawapos.com/read/2018/05/27/215832/analisis-pengamat-soal-statemen-aman-dia-tak-minta-keringanan-hukuman
0 Response to "Analisis Pengamat soal Statemen Aman: Dia Tak Minta Keringanan Hukuman"
Posting Komentar