Kontribusi Industri Minuman Beralkohol Capai Rp 5,2 Triliun

JawaPos.com - Kementerian Perindustrian menyebut, sektor makan minum di Indonesia  berpotensi mengalami pertumbuhan yang besar, karena didorong oleh Sumber Daya yang berlimpah dan permintaan domestik yang besar. 

Pihaknya mencatat, pertumbuhan industri di sektor tersebut pada triwulan pertama 2018, mencapai 12,70 persen. Berkontribusi 35,4 persen terhadap PDB industri nonmigas. Pertumbuhan ekspor industri periode Januari-Juni 2018, makanan tumbuh 2,5 persen, untuk minuman tumbuh 8,4 persen.

Direktur Jenderal Industri Agro Ahmad Sigit Dwi Wahyono mengungkapkan, industri minuman beralkohol merupakan industri khusus yang diawasi. Sejak Perpres 1993 no 54, sudah tidak dibuka industri baru. Pembinaan untuk industri ini adalah pengendalian dan pengawasan baik dari aspek perizinan, produksi, mutu dan peredaran. 

“Perpres 74/2014 tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol serta Permenrin, 63/2014. Sebagai upaya agar produkyanb beres berkualitas dan aman,” tuturnya.

Kontribusi pada penerima negara sendiri, kata Sigit, dari data cukai sebesar Rp 5,2 triliun pada 2017. Meningkatnya wisatawan baik lokal maupun mancanegara ikut mendorong pertumbuhan industri beralkohol. Mengingat saat ini sudah mampu memproduksi minuman beralkohol jenis premium sebagai substitusi terhadap minuman beralkohol import. 

“Selain itu untuk pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam negeri beberapa produsen menjajaki pasar ekspor. Dalam lima tahun terakhir rata-rata pertumbuhan nilai ekspor 12 persen per tahun,” sebutnya.

Selama ini tujuan ekspor hanya terbatas pada pasar tradisional seperti Malaysia, Thailand, Kamboja, Singapura, Timor Leste, serta negara lain dengan nilai USD 7,6 juta pada 2017.

Dengan berhasil PT Multibintang Tbk (MLBI) mengekspor ke Amerika tentunya menjadi breakthrough atau terobosan baru, mengingat ketatnya persaingan untuk menembus pasar AS. 

(mys/JPC)

Let's block ads! (Why?)

https://www.jawapos.com/read/2018/08/13/235410/kontribusi-industri-minuman-beralkohol-capai-rp-52-triliun

0 Response to "Kontribusi Industri Minuman Beralkohol Capai Rp 5,2 Triliun"

Posting Komentar