"Soft approach yang dilakukan Wakapolri saya respect. Ini untuk meminimalisasi korban," kata Jose saat jumpa pers di kawasan Jalan Kramat Lontar, Jakarta Pusat, Kamis (10/5).
Selain itu, Jose menuturkan akan mengirimkan surat tertulis kepada Wakapolri untuk menjadi tim mediasi kesehatan membantu Polri dalam menangani korban aksi terorisme.
Bentrokan yang terjadi di Mako Brimob, Selasa malam, menewaskan enam korban. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Hal itu disampaikan dengan dasar lantaran telah berpengalaman dalam menangani khususnya terpidana terorisme.
"Kami dari tahun 2000 sudah meng-handle kasus seperti ini, mulai dari kasus Maluku," papar Jose.
Bahkan, dokter yang kerap kali terjun untuk membantu korban perang ini menyampaikan, pihaknya sejak awal telah membantu penanganan medis terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir. Dia pun yakin, bantuan MER-C kepada Polri sangat diperlukan agar ke depan tidak ada lagi korban berjatuhan.
"Pandangan seperti ini, kami sebagai aktivis kemanusiaan melakukannya agar korban tidak bertambah," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menegaskan, operasi pembebasan sandera di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua berakhir sekitar pukul 07.15 WIB pagi. "Semua penanggulangan tidak ada negosisasi. Pendekatan soft approach," urai Syafruddin.
(rdw/JPC)
0 Response to "Berpengalaman, Tim Medis Abu Bakar Ba'asyir Tawarkan Bantuan ke Polri"
Posting Komentar