
Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni membenarkan aksi cabul tersebut. Meski dari hasil pemeriksan korban mengaku sudah pernah membuka layanan seks threesome 4 kali dengan germo yang berbeda.
"Apakah korban suka atau tidak, melakukan hubungan seks dengan anak di bawah umur itu sudah pidana," kata Ruth kepada JawaPos.com, Minggu (25/3).
Awal kasus bermula saat korban yang berinisial NA, 19, warga Banyu Urip Jaya, Surabaya memposting layanan seks dan nomer ponselnya di Facebook. Tersangka MTM yang melihat postingan korban pun tertarik.
Hanya tarif yang ditentukan korban terlalu mahal untuk MTM. Setelah aksi tawar menawar, disepakatilah harga Rp 1,6 juta untuk sekali melayani. Tarif tersebut sebenarnya masih dirasa mahal. MTM pun putar otak.
Lalu, tersangka menawari korban dengan layanan seks dengan 4 orang sekaligus. Maksudnya, tarif sebesar Rp 1,6 juta yang sudah disepakati akan terasa murah. Namun, korban menolak. "Korban maunya cuma threesome saja," kata Ruth.
Mungkin karena sudah terburu nafsu, MTM pun menyutujuinya. Dia mengajak salah seorang temannya untuk turut menikmati layanan seks korban. Pembagiannya, tersangka bayar Rp 800 ribu dan sisanya dibayar saksi.
Tersangka dan saksi pun mengajak korban bertemu di restoran cepat saji di jalan Diponegoro, Surabaya. Usai menikmati makan malam, korban, saksi, dan tersangka menuju hotel di jalan Kedungsari.
Sial, kelakuan ketiganya keburu diketahui polisi. Sejumlah anggota unit PPA Polrestabes Surabaya menggerebek aksi ketiganya. "Mereka sedang telanjang bulat saat kami gerebek," katanya.
Tersangka pun langsung diciduk dan di gelandang ke Mapolrestabes Surabaya. MTM dijerat pasal 2 dan pasal 17 UU No 21 Tahun 2007 dan atau pasal 296 KUHP. Sedangkan korban, diserahkan ke pihak pemerintah kota Surabaya untuk pendampingan.
(HDR/JPC)
0 Response to "Bejat, Pemuda Ini Perdaya Gadis Muda untuk Layanan Seks Rame-rame"
Posting Komentar