
"Ada dua kejadian berkaitan dengan miras oplosan. Pertama di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan, empat meninggal, lalu di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur, lima tewas," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Selasa (3/4).
Empat pria yang tewas di Jakarta Selatan baru diketahui pada Selasa (3/4) pagi. Mereka adalah Muljafar, Andri, Ani, dan Imron. Sementara 18 orang lainnya masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Tugu Ibu.
"Kemudian yang ada di Jakarta Timur terdapat delapan orang yang menjadi korban miras oplosan," ujar Argo. Lima orang meninggal yaitu Hanarik, 17, Dede, 21, Raditya, 28, Rosadi, 39, Yulhendra, 31, telah meninggal dunia.
Sementara, tiga lainnya yakni Budi, 33, Kabul, 37, Achmad, 21, sedang mengalami kritis dan masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi.
Argo mengatakan mereka sedang melakukan minum-minum bersama. Akan tetapi berada di lokasi berbeda. Setelah menenggak miras jenis GG itu mereka merasa mual dan pusing saat perjalanan menuju ke rumah masing-masing.
"Mengetahui kondisi korban seperti itu pihak keluarga segera membawa korban ke rumah sakit terdekat. Akan tetapi setelah mendapatkan penanganan dari rumah sakit, korban tidak dapat ditolong dan meninggal dunia," papar Argo.
Seluruh peristiwa itu, lanjut Argo, hanya terjadi di Jakarta. Namun khusus Jakarta Selatan yang menjadi korban ada warga Depok, yang kebetulan sedang berada di sana. Selain itu polisi juga telah mengamankan pihak penjual miras, yang menjual minuman itu seharga Rp 20 ribu.
"Saat ini pemilik sedang diperiksa. Sedangkan jenis minumannya sedang diselidiki lebih dalam oleh Labfor," pungkas Argo.
Polisi belum bisa menentukan siapa yang akan ditetapkan sebagai tersangka. Namun, pihak kepolisian sudah menyita barang bukti yang dimiliki oleh Rizal, sang pemilik warung di Jagakarsa, Jakarta Selatan.
(ipy/JPC)
0 Response to "Tenggak Miras Oplosan Jenis GG, 9 Orang Tewas, Ini Identitas Korban"
Posting Komentar