JawaPos.com - Kasus dugaan pembunuhan yang menyeret nama bos perusahaan cat di Jaten, Karanganyar, Iwan Adranacus,40, bermula dari adanya cekcok mulut antara korban, Eko Prasetio,40 dan tersangka. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Polresta Solo, didapati keterangan awal mula tragedi yang menghilangkan nyawa Eko tersebut.
Pada Rabu (22/8) siang, Eko baru saja membeli sejumlah keperluan untuk membakar sate. Seperti arang dan sejumlah kipas. Kemudian saat melintas di simpang empat eks Pemuda Theater, kendaraan Eko yang akan berbelok ke kiri arah Jalan MT Haryono terhalang oleh mobil Mercedes Benz bernomor Polisi AD 888 QQ yang dikemudikan tersangka. Di dalam mobil tersebut, ada pula tiga orang rekan tersangka.
Karena terhalang itulah, Eko menghampiri mobil tersangka. Dan di situlah awal mula terjadi cek cok. Setelah cek cok, Eko menempatkan sepeda motornya tepat di depan mobil Iwan. Dan saat lampu hijau menyala, Eko tidak juga melajukan kendaraannya.
Hal ini kemudian menyulut emosi rekan tersangka yang kemudian turun, sembari meminta korban segera melajukan sepeda motornya. Rekan korban juga sempat memukul helm korban. Eko pun melaju dan sempat mengacungkan jari tengah ke arah Iwan.
Tidak terima, salah satu rekan Iwan langsung turun dan mengejarnya. Tetapi tidak berhasil menangkap Eko. "Sebenarnya permasalahan sudah berhenti di situ. Tetapi saat Eko melintas di Jalan Menteri Supeno, ia melihat mobil Iwan yang tengah menurunkan tiga rekannya di depan rumahnya," terang Wakasatreskrim Polresta Solo, AKP Sutoyo, Minggu (26/8).
Eko pun lantas menghampiri mobil tersangka dan menendang bagian belakang. Tidak hanya itu, Eko juga mengajak Iwan agar menyelesaikan permasalahan tersebut ke kantor Polisi.
Diperlakukan seperti itu, Iwan langsung naik pitam dan mengejar korban. Iwan sempat menerjang jalur larangan mobil di KS Tubun. Kemudian keduanya berhenti di persimpangan Jalan Adi Sucipto atau Timur Mapolresta Solo. Keduanya kembali terlibat cekcok mulut.
Selanjutnya, Eko meninggalkan Iwan melaju ke arah Utara. Tetapi, Iwan langsung menabrak sepeda motor Honda Beat hingga korban terjatuh. Tidak berhenti di situ, Iwan masih saja melanjutkan mobil bermesin V6 3.000 CC tersebut.
Sepeda motor korban yang terseret membuat korban ikut terseret hingga lebih kurang 13 meter. Karena luka yang dialami korban cukup parah, akhirnya korban meninggal di lokasi kejadian. Meski begitu, Iwan tidak berhenti, tetapi justru pergi meninggalkan Eko yang sudah sekarat.
Melihat kejadian itu, sejumlah warga yang siang itu tengah berada di sekitar lokasi berusaha mengejar Iwan. Dan mereka mendapati mobil Iwan berhenti tepat di depan rumahnya yang ada di Jalan Menteri Supeno.
Tetapi, saat akan mendekat warga yang mengejar dibentak oleh tiga teman Iwan yang berbadan kekar. Beberapa warga juga melaporkan kejadian ini ke pihak Kepolisian yang langsung melakukan pengejaran.
"Kami langsung meminta anggota untuk mengejar, tidak sampai 30 menit pelaku berhasil diamankan," ungkap Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Fadli.
(apl/JPC)
https://www.jawapos.com/read/2018/08/26/238482/kronologi-awal-mula-kasus-pembunuhan-oleh-bos-perusahaan-cat-di-solo
0 Response to "Kronologi Awal Mula Kasus Pembunuhan Oleh Bos Perusahaan Cat di Solo"
Posting Komentar