JawaPos.com - Kinerja industri asuransi jiwa pada kuartal II-2018 mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 89,73 triliun. Angka itu turun 22,9 persen dibanding tahun sebelumnya di periode yang sama sebesar Rp 116,35 triliun.
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Hendrisman Rahim menegaskan, lesunya industri asuransi jiwa tidak akan terjadi berkepanjangan. "Penurunan itu ada batasnya juga. Ini akan kembali naik ke atas," ujarnya dalam konferensi pers di kantor AAJI, Jakarta, Senin (27/8).
Bahkan, lanjut Hendrisman, penurunan tersebut sudah diprediksi. Hal itu lantaran Indonesia telah memasuki tahun politik saat ini.
"Sebenarnya penurunan sudah diprediksi, karena kita sudah memasuki tahun politik," kata dia.
Kendati demikian, dia memperkirakan pada kuartal selanjutnya bisnis tersebut akan kembali membaik. "Tapi dari pengalaman yang ada ini tidak akan jelek sampai akhir tahun. Mudah-mudahan ini akan membawa angin segar baru untuk industri dalam meningkatkan hasil baru," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan dan Pengembangan AAJI, Chriss Bendl juga mengatakan hal senada. Perbaikan sektor industri asuransi jiwa akan terjadi pada kuartal-kuartal selanjutnya. Hal itu dipicu karena keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,5 persen beberapa waktu lalu.
"Dengan suku bunga (Amerika Serikat) naik kita lihat ada dampak ke emerging market. Kita lihat BI sudah menaikkan suku bunga untuk antisipasi. Jadi kita harus realistis 2-3 triwulan ke depan," tutupnya.
(hap/JPC)
https://www.jawapos.com/read/2018/08/27/238703/masuk-tahun-politik-pendapatan-industri-asuransi-berpotensi-menurun
0 Response to "Masuk Tahun Politik, Pendapatan Industri Asuransi Berpotensi Menurun"
Posting Komentar