Terima Bonus Atas Medali Emas, Aldila Akan Lokani Laga Internasional
JawaPos.com - Perolehan medali emas pasangan ganda campuran Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi pada Asian Games 2018 di Palembang membuat dirinya bisa sejajar dengan pendahulunya, Yayuk Basuki/Suharyadi. Ketika itu Yayuk Basuki/Suharyadi emas Asian Games 1990.
Menariknya, ketika Yayuk Basuki/Suharyadi merebut emas Asian Games 1990, Christopher Rungkat baru berumur 8 bulan. Aldila Sutjiadi malah belum lahir. Tapi, kemarin keduanya berhasil menyejajarkan diri dengan ganda campuran legendaris Indonesia tersebut.
Christo/Aldila merebut emas ganda campuran setelah mengalahkan pasangan Thailand Sonchat Ratiwatan/Luksika Kumkhum di final dengan skor 6-4, 5-7, 10-7. Itulah emas tenis pertama Indonesia sejak Asian Games 2002.
Keberhasilan tersebut sekaligus memuncaki pencapaian berbagai cabang olahraga lain yang "senasib" dengan tenis. Begitu lama menunggu untuk bisa meraih medali di Asian Games.
"Senang dan bangga sekali akhirnya bisa mengakhiri paceklik gelar di Asian Games," ucap Christo setelah pertandingan.
Pertarungan di final, lanjut dia, berlangsung sengit. Pasangan Luksika Kumkhum/Sonchat Ratiwatan bermain solid di sepanjang laga yang berlangsung 1 jam 42 menit di Lapangan Tenis Bukit Asam, Jakabaring, Palembang, itu.
Motivasi dan semangat keduanya tidak lepas dari dukungan penonton. "Target kami selanjutnya menembus Olimpiade 2020 di Tokyo," katanya.
Bagi Aldila, Asian Games tahun ini merupakan ajang multievent Asia pertamanya. Dia mempersembahkan medali emas untuk keluarganya. Sebab, perempuan 23 tahun itu baru saja kembali ke Indonesia tahun lalu.
Selama empat tahun sejak 2013, Aldila memutuskan untuk kuliah di Amerika Serikat (AS). Dia mendapat tawaran melanjutkan studi di Kentucky University. Dan memilih jurusan matematika ekonomi.
Tawaran itu juga berawal dari prestasi tenis selama membela Jawa Timur. "Saya cukup akrab dengan pelatih tenis universitas itu. Dia teman baik teman saya junior dulu," jelasnya.
Aldila juga masih melanjutkan karir tenisnya di Negeri Paman Sam. Petenis peringkat 643 WTA itu langganan juara di turnamen divisi The National Collegiate Athletic Association (NCAA) di AS. Dia juga turut menyumbangkan medali perunggu dari nomor beregu dan ganda putri SEA Games 2015 di Singapura.
Sebagai peraih emas, Christo/Aldila sudah dinanti bonus Rp 1,5 miliar dari pemerintah. Keduanya sama-sama akan memanfaatkan dana tersebut untuk melakukan tur pertandingan tenis dunia. "Tahun depan target tembus peringkat 500 besar dulu," ucap Aldila.
Sebab, lanjut Aldila, dibutuhkan dana Rp 500 juta hingga Rp 750 juta untuk melakoni tur pertandingan selama setahun. Meski begitu, tidak tertutup kemungkinan dara kelahiran Jakarta itu berupaya untuk menggaet sponsor.
(han/c10/ttg)
https://www.jawapos.com/read/2018/08/26/238506/terima-bonus-atas-medali-emas-aldila-akan-lakoni-laga-naik-peringkat
0 Response to "Terima Bonus Atas Medali Emas, Aldila Akan Lakoni Laga Naik Peringkat"
Posting Komentar