JawaPos.com - Konflik pengelolaan Pasar Turi Baru, Surabaya terus berlanjut seolah tak ada titik temu. Kondisi tersebut membuat para pedagang gelisah lantaran pengunjung pasar nyaris tidak ada.
Seperti yang dikeluhkan oleh Ita Sulistiani, 40. Perempuan yang sehari-hari menjual makanan itu mengaku sedih dengan kondisi Pasar Turi saat ini yang terus sepi. Ia mencontohkan, jumlah penjual makanan yang terus berkurang. Dari yang semula berjumlah ratusan, kini hanya tersisa empat orang.
"Sepi sekali sekarang. Para penjual banyak yang kukut (tutup)," kata Ita kepada JawaPos.com, Minggu, (26/8).
Ita meyakini, dari masalah ini, tidak hanya para pedagang yang dirugikan, namun, juga akan berpengaruh pada perekonomian Surabaya. Dampak tersebut cukup gampang dilihat, dengan sepinya Pasar Turi Baru maka perputaran uang juga menurun. Padahal, sebalum terjadi kebakaran, perputaran uang mencapai Rp.15-20 miliar dalam sehari.
Oleh karenanya, Ita mendesak agar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini bijaksana menyikapi persoalan di Pasar Turi Baru. Salah satunya dengan memaksimalkan fungsi Pasar Turi Baru dengan cara menertibkan pasar tempat penampungan sementara (TPS)
"Yang dirugikan ini bukan kami saja, ekonomi Jatim dan ekonomi Surabaya sebenarnya. Nggak ada hubungannya sama investor. Makanya tolong Bu Risma bijak melihat persoalan ini," terangnya.
Ita juga menaruh rasa curiga kepada Risma yang tidak segera menertibkan TPS. Ia masih mempertahankan komitmen dan keberpihakan Pemkot Surabaya untuk menjadikan Pasar Turi sebagai pusat aktivitas perekonomian. Apalagi Izin Operasional Pengelolaan Pasar Turi hingga saat ini belum juga dikeluarkan.
"Izin operasional juga belum keluar, padahal kami sudah bertahun-tahun mengisi stan” pungkasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Djaniadi Hadi Sadikin, 41. Pedagang lama, yang saat ini menempati stan Pasar Turi Baru ini merasakan keresahan yang sama atas sikap Pemkot Surabaya yang terkesan acuh dan kurang peduli kepada para pedagang. Ia juga berharap agar Risma bisa sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan tersebut.
"Kami para pedagang merasa digantung oleh Pemkot. Bayangkan saja, TPS dibiarkan, yang baru malah tidak dimaksimalkan. Belum lagi izin operasional dari Pemkot tidak dikeluarkan," keluhnya.
Untuk diketahui, total jumlah stan di Pasar Turi Baru yang sudah selesai dibangun sebanyak 6.400 unit. Pembangunannya sendiri sudah rampung sejak tahun 2014. Dari jumlah itu, sebanyak 4.500 unit kios telah terjual ke pedagang antara lain: 3.600 unit ke pedagang lama dan 900 unit pedagang baru. Serah terima kios pun berlangsung sejak Desember 2014 sampai awal 2015.
(mkd/JPC)
https://www.jawapos.com/read/2018/08/26/238548/sepi-pedagang-desak-risma-segera-keluarkan-izin-pasar-turi-baru
0 Response to "Sepi, Pedagang Desak Risma Segera Keluarkan Izin Pasar Turi Baru"
Posting Komentar