JawaPos.com - Warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Tuban patut bersyukur bisa dibesarkan dalam naungan NU. Hal itu dikatakan Bupati Tuban Fathul Huda saat Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama Kabupaten Tuban yang digelar Tuban, Sabtu (25/8).
Dia mengatakan, adapun wujud syukur tersebut adalah dengan menguri-uri NU. Bupati yang juga mantan Ketua PCNU Tuban ini menuturkan, saat ini pintu sudah terbuka lebar dan jalan sudah mulus untuk dapat mengembangkan NU menjadi jamiyah yang mandiri.
Hal ini sangat berbeda dengan mengurus NU jaman dahulu, terutama tahun 1997 ke bawah. "Dahulu perjuangannya sangat berat, tidak seperti sekarang ini, sehingga harus bisa benar-benar dimanfaatkan seoptimal mungkin," kata Huda, Minggu (26/8).
Menurut Huda, yang harus disiapkan saat ini adalah menata sumber daya manusia dan menjadi yang terdepan dalam rovolusi mental. Yakni, gabungan mental baik yang dimiliki NU dengan mental dari TNI, Polri, dan PNS. Mental para Masyayikh dan Kyai, serta mental seorang enterprenuer.
Mental yang dimiliki TNI, Polri dan PNS adalah kedispilinan dan taat serta hormat terhadap atasannya, sedangkan mental sebagai enterpreuner memiliki pikiran pararel yang memikirkan tentang kondisi di masa depan.
Semua mental tersebut tepat jika digabungkan dengan mental warga NU yang penuh dengan keihklasan dan tidak mengambil keuntungan pribadi. Jika ini bisa dilaksanakan makan impian memiliki jam'iyah mandiri bisa terwujud.
Lebih lanjut, Huda mengajak agar warga NU tidak alergi dengan ‘politik' terutama disaat seperti sekarang ini. Sebaba, kata dia, sebagai warga NU dengan paham politik tidak akan mudah terhasut isu-isu yang tidak bertanggungjawab.
Saat ini banyak hal-hal yang kecil jika tidak diketahui betul, dapat memecah belah NU. Huda berharap, pelaksanaan Konfercab NU Kabupaten Tuban dapat berjalan lancar sampai terpilihnya syuriah dan tanfidziah untuk masa jabatan lima tahun mendatang.
"Semoga NU di Tuban semakin baik," ujarnya.
Acara digelar di dua tempat yakni pembukaan di Pendopo Kridho Manunggal, sedangkan pelaksanaan Konfercab yang terbagi dalam sidang-sidang Pleno dilaksanakan di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makhdum Ibrahim (STITMA) Tuban.
Ketua Panitia Pelaksana, Didik Purwanto mengungkapkan, dalam agenda lima tahunan tersebut terbagi dalam beberapa agenda sidang pleno di antaranya sidang pleno tata tertib, sidang pleno LPJ, sidang pleno komisi-komisi dan terakhir agenda sidang pleno pemilihan syuriah dan sekaligus pemilihan tanfidziah untuk masa khidmat 2018-2023.
Didik yang juga menjabat sebagai Camat Tambakboyo itu menambahkan, dalam Konfercab kali ini untuk pemilihan syuriah akan dilakukan melalui sistem ‘Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa)’. Sedangkan pemilihan Tanfidziah tetap oleh Majelis Wakil Cabang (MWC) Kecamatan dan Ranting NU Se-Kabupaten Tuban.
Sistem AHWA beranggotakan lima orang ulama NU di Tuban yang terpilih atas usulan setiap peserta rapat pleno. Lima orang dengan suara tertinggi tersebut akan memilih rais syuriah untuk jabatan lima tahun mendatang.
Adapun kriterianya adalah beraqidah Ahlussunnah wal Jamaah al Nahdliyah, wara', zuhud, bersikap adil, berilmu (alim), integritas moral, tawadlu', berpengaruh, dan mampu memimpin.
"Adapun Konfercab tahun ini mengambil tema, 'Membangun Nahdaltul Ulama menuju Kemandirian Jam’iyah dan Kesejahteraan Masyarakat Tuban', dengan harapan semoga Jam’iyah NU semakin mandiri dan sejahtera," kata Didik.
(yud/JPC)
https://www.jawapos.com/read/2018/08/26/238559/pcnu-kabupaten-tuban-gelar-konfercab
0 Response to "PCNU Kabupaten Tuban Gelar Konfercab"
Posting Komentar