Anggota Komisi III dari Dapil Aceh, Nasir Djamil berharap pemerintah bisa memberikan kejelasan soal surat obligasi yang banyak dipegang oleh warga Aceh. (JawaPos.com)
JawaPos.com - Legislator PKS asal Aceh, Nasir Djamil mendesak pemerintah untuk segera memberi kejelasan kepada para pemegang surat obligasi pembelian pesawat pertama Republik Indonesia.
Diketahui, pesawat pertama milik bangsa Indonesia itu dibeli pada saat zaman Presiden Soekarno, di tahun 1950, dengan mengandalkan surat obligasi yang ditawarkan pada masyarakat Aceh.
Namun, banyak masyarakat Aceh yang bingung karena sampai saat ini belum ada kepastian atas pemberlakuan obligasi tersebut di masa sekarang.
"Saya akan menyarankan ke Ketua DPR untuk bertemu langsung dengan para pemegang surat obligasi. Mereka harus dapat kepastian, apakah ada gunanya surat itu,” ujar Anggota DPR asal Aceh, Nasir Djamil kepada JawaPos.com, Rabu (28/3).
Nasir menjelaskan, selain Nyak Sandang banyak Surat Obligasi ini dititipkan dari orang tua mereka terdahulu. Karena itu, dirinya berharap seharusnya surat utang tersebut masih ada manfaat dan gunanya bagi rakyat Aceh.
Nyak Sandang saat diwawancarai oleh JawaPos.com di rumahnya. (JawaPos.com)
"Kalau tidak ada gunanya buat apa dipegang, tapi pasti Ada gunanya itu karena titipan orangtuanya mereka masing-masing," tegas Nasir.
Walau demikian, Anggota Komisi III DPR itu mendorong agar Pemerintah Daerah maupun Pusat cepat menyikapi hal ini. Sehingga, dapat ditentukan pemberlakuan atas Surat Obligasi yang berusia puluhan tahun tersebut.
"Kalau berlaku, maka diperlakukan seperti apa, kalau tidak juga kompensasi seperti apa. Mereka juga nggak nuntut banyak kok, mereka hanya ingin dihargai atas jasa orang tuanya," pungkasnya.
(rgm/JPC)
Alur Cerita Berita
Rekomendasi Untuk Anda
Sponsored Content
loading...
0 Response to "Nasir: Mereka Berharap Dihargai Atas Jasa Ayahnya"
Posting Komentar