
Pemimpin Cabang BRI Batam Nagoya, Rory L Toruan mengatakan pemblokiran ini merupakan antisipasi atas kemungkinan terjadinya tindak pidana skimming di Kepri.
Meskipun terkesan mendadak, pemblokiran ini merupakan reaksi atas hasil pendataan yang menunjukkan adanya kemungkinan nasabah akan menjadi korban skimming.
"Kita lihat riwayat transaksinya mengarah kepada kemungkinan menjadi korban skimmer, maka kita langsung upayakan tindakan pencegahan," kata Rory saat ditemui di kantornya, Senin (26/3).
Pemblokiran ribuan ATM nasabah BRI tersebut, imbuhnya dilakukan dalam dua hari terakhir pada Sabtu (24/3) dan Minggu (25/3). Data terakhir yang dimilikinya, ada 2.061 nasabah yang melaporkan pemblokiran dan menjalani proses aktivasi kembali di Kota Batam dan Kota Tanjungpinang.
Belum termasuk nasabah yang berada di empat kabupaten lain di Kepri yang datanya belum masuk di databes BRI Kepri. Jumlah tersebut juga belum termasuk nasabah yang melakukan aktivasi pada Senin (26/3) hari ini, yang menurut Rory tidak sedikit jumlahnya.
Rory mengatakan bahwa skimming ini adalah kejahatan yang membutuhkan waktu cukup lama sebelum dilakukan. Kejahatan ini mensyaratkan adanya interaksi antara pelaku dan korban yang berujung pada pemberian angka rahasia card verification code (CVC) yang terdapat di masing-masing ATM nasabah.
Adanya keluahan dari masyarakat bahwa tindakan pemblokiran ini tidak dilakukan pemberitahuan terlebih dahulu, Rory mengatakan hal tersebut murni karena perimbangan keamanan nasabah. Ia menjelaskan bahwa sejauh ini sebagian besar nasabah bisa memaklumi apa yang dilakukan BRI untuk kepentingan nasabah sendiri.
"Saya kira nasabah bisa memaklumi, karena kita melakukan tindakkan untuk kepentingan nasabah, kalau kemudian ada yang protes maka kita mohon pengertiannya, ini untuk kebaikan bersama, kalau bukan kita yang ambil tindakkan maka akan menimbulkan masalah yang lebih besar," kata Rory lagi.
(bbi/JPC)
0 Response to "Cegah Skimming Meluas, BRI Blokir 2.500 ATM Nasabahnya"
Posting Komentar