
Pembangunan menara setinggi 85 meter senilai Rp 19,5 miliar itu ikebut karena akan dijadikan lokasi untuk melihat hilal di Kota Padang. "Kita optimis pengerjaannya rampung hingga akhir bulan ini," kata Kepala Bidang Bina Mental dan Kesra Biro Bina Sosial Pemprov Sumbar Karimis, Selasa (27/3).
Setelah batas akhir pengerjaan yang dilakukan PT Marlancho tanggal 31 Maret berakhir, pekerjaan finishing menara yang tidak masuk dalam kontrak pekerjaan akan kembali dilelang.
Karimis mengatakan, kontraktor PT Marlancho diberikan waktu 90 hari untuk menyelesaikan 29 persen sisa pekerjaan dengan nominal Rp 5,1 miliar. Namun, jika tidak rampung dalam waktu yang telah ditentukan, pihak kontraktor akan dikenai denda.
Mereka harus membayar denda 1/mil setiap hari atau sekitar Rp5 juta perhari. Selain denda perusahaan tersebut di blacklist secara nasional.
“Sekarang menara masih dalam tahap pekerjaan. Landscape, perbaikan dalam menara tidak masuk. Untuk tangga darurat sekarang masih coran belum diberi keramik. Diantara yang telah selesai itu adalah pengecetan di bagian luar menara dan pemasangan lampu di bulan sabit tepat di puncak menara,” jelas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek itu.
Karimis menyakini, dengan angaran Rp 12 miliar yang dikucurkan Pemprov Sumbar untuk pembangunan Masjid Raya Sumbar pada tahun 2018, diantaranya akan dimanfaatkan untuk merampungkan menara.
Sedangkan untuk finishingnya, diperkirakan akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 4 miliar. Dana tersebut juga untuk melengkapi interior di menara yang mulai dibangun sejak 1 Januari 2018 lalu.
“Kelanjutannya dari pengerjaan menara menggunakan anggaran tahun 2018 sebesar Rp12 miliar. Tidak hanya untuk menyelesaikan menara agar dapat segera dapat dimanfaatkan, tapi juga untuk pengerjaan interior masjid, kiri kanan migrab, finishing bangunan masjid,” terangnya.
Untuk diketahui, menara Masjid Raya Sumbar yang memiliki tinggi 85 meter terdiri dari tiga balkon. Untuk balkon pertama diketinggian 12 meter, balkom kedua ketinggian 40 meter. Dari balkon kedua ini keindahan Kota Padang dapat dilihat. Sementara balkon ketiga, nantinya dapat digunakan untuk melihat hilal.
Total anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan masjid itu hingga selesai mencapai Rp 256 miliar. Jumlah anggaran yang sangat besar itu disebabkan struktur bangunan yang dibuat tahan terhadap gempa.
Masjid yang dipenuhi ukiran khas Minangkabau itu terdiri atas tiga lantai. Ruang utama yang dipergunakan sebagai ruang salat terletak di lantai dua. Ruangan itu terhubung dengan teras terbuka yang melandai ke jalan.
Bangunan masjid sendiri berdiri di atas lahan seluas 40.343 meter persegi. Bangunan berbentuk persegi yang melancip di keempat penjurunya, melambangkan bentuk bentangan kain ketika empat kabilah suku Quraisy di Makkah berbagi kehormatan memindahkan batu Hajar Aswad dengan memegang masing-masing sudut kain. Bentuk sudut lancip sekaligus mewakili atap bergonjong pada rumah adat Minangkabau Rumah Gadang.
(rcc/JPC)
0 Response to "Pembangunan Menara Masjid Raya Sumbar Dikebut"
Posting Komentar