
Nina mengaku telah mendaftar di biro jasa keberangkatan tersebut pada tahun 2016. Saat itu, korban hendak berangkat umroh dengan jalur reguler, namun oleh pihak Abu Tours ditawarkan melalui jalur promosi. Awalnya korban sempat menolak tapi akhirnya korban menerima tawaran tersebut.
"Harapannya ya mau diberangkatkan. Kita lihat orang berangkat umroh sedih. Orang berangkat kok kita nggak," ucap Nina saat dijumpai di rumahnya Jalan Bandung, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Riau pada Selasa (27/3).
Ia menceritakan, tak lama setelah mendaftar pada Januari 2016 lalu
dirinya membayar lunas sebesar Rp 14,1 juta untuk keberangkatannya pada tahun 2017 lalu.
Pada kwitansi yang ditunjukkan oleh Nina, diketahui kalau biaya umroh telah dilunasinya pada 29 Maret 2017 lalu dengan keterangan umroh promo tahun 2018.
Namun saat waktu keberangkatan telah tiba yaitu tanggal 10 Januari 2018, pihak Abu Tours tak kunjung memberangkatkan korban dan anaknya. "Saat ditanyakan alasannya pihak Abu Tours tak memberikan keterangan yang jelas. Hanya saja mereka selalu menunda keberangkatan," ujarnya.
Karena merasa tertipu, akhirnya korban pun membuat laporan polisi ke Polda Riau beberapa waktu lalu. Sementara itu, kantor cabang Abu Tours yang diketahui terletak di Jalan Imam Munandar No 99 G, Pekanbaru terlihat tertutup rapat.
Pintu rolling door gedung tersebut juga sudah dikunci dengan gembok. Di pintu tersebut tertera nomor telepon Abu Tours yaitu 0761-5970160. Saat dihubungi nomor itu aktif tapi tidak diangkat.
Di gedung tersebut, masih terpampang papan nama yang bertuliskan abutours.com yang letaknya di depan kantor. Sementara pada dinding gedung, merk Abu Tours masih melekat di kaca.
Berdasarkan keterangan Darwin, 45 salah seorang petugas parkir di sekitar lokasi, kantor tersebut sudah tutup sejak dua bulan lalu.
"Iya, mungkin sudah dua bulan masuk sekarang. Tak pernah buka. Pintu depannya saja digembok," sebutnya.
Hal senada juga dikatakan oleh warga tempatan bernama Heri. Diperkirakan kantor itu sudah tutup beberapa bulan lalu lantaran bermasalah dengan nasabahnya yang tidak kunjung diberangkatkan.
"Sudah ada tiga bulan lah kantornya tutup. Sempat buka beberapa hari yang lalu selama seminggu, mungkin ada yang dibenahinya di dalam," katanya.
Saat ditanyakan soal pegawai yang bekerja di Abu Tours, Heri mengaku hanya mengetahui kalau beberapa orang pekerjanya mayoritas berasal dari Makassar.
"Bukan warga sini sebagian pegawai Abu Tours nya, tapi warga luar. Tapi mereka difasilitasi mes tempat tinggalnya dikawasan Parit Indah," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Polda Riau sudah menerima laporan terkait dugaan penipuan dan penggelapan oleh Abu Tours cabang Pekanbaru. Saat ini, kasusnya ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus.
Tetapi untuk tindaklanjutnya masih dalam koordinasi dengan pihak Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Mabes Polri.
(ica/JPC)
0 Response to "Korban Abu Tours Cabang Pekanbaru Sedih Tak Diberangkatkan Umroh"
Posting Komentar