
"Kami menyaksikan lagu-lagu berbahasa Jawa dan Osing sering melesat menjadi tren musik aliran pop dan dangdut," ucap Puti di sela-sela kunjungannya ke Bondowoso, Rabu (28/3).
Menurut Puti, banyak akses bagi generasi milenial untuk memamerkan karyanya dengan cepat dan mudah. "Bisa melalui YouTube, media sosial, sosial massenger seperti video clip yang beredar cepat melalui WhatsApp," lanjutnya.
Senin (26/3) lalu, Puti bertemu dengan Ainur Rofiq Wandra Restusian atau yang akrab disapa Wandra. dia merupakan mahasiswa Universitas 17 Agustus (Untag) Banyuwangi.
Wandra, anak muda Osing yang lahir pada 15 Juni 1995. Dia dikenal melalui lagu lokal berjudul Kelangan (Kehilangan). Di depan Puti, Wandra menyanyikan kembali lagu Kelangan yang juga disaksikan para teman-teman mahasiswanya.
Lagu Kelangan diciptakan Wandra ketika masih menjadi pelajar SMA. Lagu itu berbahasa Osing, yang turut melambungkan bahasa asal Banyuwangi tersebut. Di YouTube, lagu Kelangan karya Wandra sudah mendapat 5,5 juta viewers. “Wandra menjadi salah satu icon anak-anak milenial. Dia punya talenta. Dia juga bisa memanfaatkan kemajuan teknologi," ungkap Puti.
Selain Kelangan, Wandra juga dikenal menciptakan single hits lain. Seperti Sawangen atau dalam bahasa Indonesia artinya lihatlah. Lagu ini sering kali dinyanyikan artis dangdut koplo Via Vallen. Lagu Sawangen juga dinyanyikan Vita Alvia dengan sentuhan jazz. Lagu lain yang melejit adalah Ngobong Ati, Lintange Ati, Roso Welas, Kangen Setengah Mati.
Puti melanjutkan, popularitas Wandra tidak membuatnya tercabut dari akar budayanya. Sebab lagu-lagu yang dia diciptakan berbasis Bahasa Osing. "Padahal Wandra sering tampil di luar negeri. Dia menjadi prototipe anak muda Indonesia yang bangga dengan asalnya," lanjutnya.
Di kampus Untag Banyuwangi, Puti Guntur memberi kuliah umum dengan topik Generasi Milenial Menatap Negeri. Sebuah tema yang kental dengan spirit kebangsaan dan kekinian. "Di banyak babakan sejarah, angkatan muda berada di garda terdepan negeri ini. Saya harap Untag Banyuwangi dapat melahirkan anak-anak muda kreatif yang menjadi motor perubahan," sebut perempuan asal Jakarta itu.
Wandra adalah generasi Zaman Now yang menjadi icon yang menginspirasi banyak orang. Lewat olah seni para musisi kreatif, bahasa-bahasa lokal seperti Jawa dan Osing telah terangkat dan menjadi perbincangan khalayak.
Bahasa Osing menjadi tetap eksis di tengah membanjirnya kosa kata bahasa asing di Indonesia. "Lewat olah kreatif seniman, kami melihat pertumbuhan daerah juga terjadi di banyak tempat. Kemajuan tidak hanya di pusat-pusat kota metropolitan," pungkasnya.
(did/JPC)
0 Response to "Puti Ajak Generasi Milenial Populerkan Lagu Daerah"
Posting Komentar