
"Perubahan perspektif ini yang kami jalani selama 10 tahun terakhir. Bagaimana masyarakat bisa berdaya dalam menghadapi tantangan ke depan," ujar Wakil Presiden Direktur Jakarta Inernational Container Terminal (JICT) Riza Erivan, di Jakarta, Selasa (27/3).
Riza menagatakan perusahaannya senantiasa berupaya meningkatkan kompetensi masyarakat dengan program CSR JICT. Sejak 2007, JICT mulai menjalankan program CSR. Intensifikasi program pendidikan jadi pilihan utama.
"Mulai dari 15 PAUD yang kita kembangkan, lalu program sekolah informal ‘Rumah Belajar’ atau ‘RumBel’ sampai program Green Dock School dengan merenovasi sekolah dan perpustakaannya. Selain itu ada beasiswa ‘Dolphin’ bagi anak-anak buruh di JICT. Dengan pola program pendidikan yang sudah dijalani selama ini, diharapkan bisa mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) ," kata Riza.
Sementara itu, Wakil Ketua II TP PKK Jakarta Utara, Siti Nurlaila Desi, mengatakan, JICT patut menjadi contoh bagaimana mengimplementasi program CSR yang benar. Menurut Siti, CSR dulu acap kali identik dengan program bagi-bagi uang massal. Akibatnya, tidak mendidik masyarakat dan membuat ketergantungan.
Di sisi lain, tidak ada singkronisasi antara eksistensi perusahaan dan pemberdayaan komunitas. "Di situlah peran CSR JICT Untuk menjadi jembatan pemberdayaan masyarakat demi menggapai masa depan yang lebih baik," tambah Siti.
(srs/JPC)
0 Response to "Sejak 2007, JICT Dorong Intensifikasi Pendidikan Sebagai Program CSR"
Posting Komentar