
Pertarungan ini menjadi fase penentuan untuk memastikan siapa saja pebulu tangkis muda Pekanbaru dan sekitarnya yang layak melaju ke babak Final Audisi di Kudus, Jawa Tengah.
Pemantauan terhadap bakat-bakat muda di Pekanbaru dilakukan secara langsung oleh para legenda bulu tangkis Indonesia serta pelatih PB Djarum yang termasuk dalam Tim Pencari Bakat yang terdiri dari Christian Hadinata, Hastomo Arbi, Lius Pongoh, Yuni Kartika, Engga Setiawan, Basri Yusuf, Bandar Sigit, dan Sulaiman.
Adapun rincian jumlah peserta yang lolos tahap turnamen ialah U-11 Putri sebanyak 8 peserta, U-11 Putra sebanyak 16 peserta, U-13 Putri sebanyak 8 peserta, U-13 Putra sebanyak 16 peserta, U-15 Putri sebanyak 8 peserta dan U-15 Putra sebanyak 16 peserta.
Yuni Kartika menyatakan, audisi umum di Pekanbaru selalu muncul bibit-bibit baru yang menonjol, meski peserta tersebut bukan berasal dari sebuah klub bulu tangkis lokal.
"Jika dilihat dari tingkat permainan dibandingkan dengan usianya, menurut kita sudah cukup baik. Di U-11 Putri maupun U-13 Putri rata-rata sudah memiliki skill yang mumpuni untuk fase karantina di Kudus nanti," ujar Yuni, Minggu (25/3).
Yuni mengungkapkan, Tim Pencari Bakat sudah mendapatkan beberapa peserta yang dinilai memiliki bakat bulu tangkis pada tahap turnamen yang menggunakan sistem gugur ini.
"Dari segi postur banyak yang bagus. Ada juga yang nekat banget anaknya saat bertanding di lapangan. Namun masih diperlukan pembenahan teknik dan berbagai faktor lainnya," katanya.
Melalui Audisi Umum di Pekanbaru, diharapkan kembali muncul bibit-bibit berbakat dari Pulau Sumatera yang mampu unjuk gigi di tingkat nasional, bahkan mancanegara.
Sebelumnya, sejumlah pemain bertalenta yang dimiliki PB Djarum berasal dari Pulau Sumatera, seperti M. Ahsan dan Debby Susanto yang kini menghuni Pelatnas. Sementara di level junior, PB Djarum juga memiliki bakat-bakat muda dari Pekanbaru seperti Vincentius Suwarland dan Rahmad Julio Ritonga. Keduanya merupakan jebolan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2015.
"PB Djarum berkomitmen dalam melakukan pembinaan terhadap atlet sejak usia dini. Pembinaan yang terstruktur dan berjenjang di PB Djarum terhadap atlet usia dini, diharapkan bisa membentuk karakter dan mengasah para atlet untuk mengeluarkan kemampuan terbaik yang dimilikinya," ujar Program Manajer Bakti Olahraga Djarum Foundation Budi Darmawan.
Dari Pekanbaru, PB Djarum akan melanjutkan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis yang bergulir di tujuh kota lainnya.
Kota-kota tersebut ialah Balikpapan, Manado, Cirebon, Solo, Purwokerto, Surabaya, dan Kudus. Para atlet yang berhasil lolos dari fase Audisi Umum di Pekanbaru akan melaju ke babak Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis, di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 7-9 September 2018.
Di tahap final ini mereka akan kembali berkompetisi dengan para atlet dari kota-kota lainnya sebelum akhirnya diumumkan siapa saja yang resmi diterima menjadi atlet PB Djarum.
Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 dapat diikuti oleh atlet putra dan putri berkewarganegaraan Indonesia dengan kategori U11 (berusia 6-10), U13 (untuk peserta dengan umur 11-12 tahun), dan U15 (untuk peserta dengan umur 13-14 tahun). Audisi akan dilakukan dalam bentuk kompetisi dengan sistem gugur.
Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman www.pbdjarum.org atau dengan mendaftarkan diri secara langsung sehari sebelum pelaksanaan Audisi Umum di GOR setiap kota audisi. Peserta diwajibkan melakukan daftar ulang satu hari sebelum tahap seleksi (H-1) sesuai kota audisi pilihannya.
(ica/JPC)
0 Response to "72 Peserta Djarum Beasiswa Bulu Tangkis Pekanbaru ke Audisi Fase Akhir"
Posting Komentar