
“Saya punya hasil survei, dari tahun 2015-2017 paling banyak suap menyuap,” kata Amien dalam acara Seminar Sistem Manajemen Anti Penyuapan di Sektor Hulu Migas di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (27/3).
Amien mengaku, modus paling sering terjadi yaitu pemberian komisi. Akibatnya investasi di sektor hulu migas menjadi terganggu oleh kepentingan-kepentingan yang bersifat pribadi dan kelompok. “Hulu migas butuh investasi yang sangat besar. Karena nilainya besar maka tidak boleh terganggu oleh kepentingan-kepentingan semacam ini,” ujarnya.
Bahkan, secara historis menunjukkan bahwa kepala SKK Migas sebelum dirinya pun terkena ciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menerima suap. “Dulu-dulu di dunia hulu migas harganya mahal karena ada uang yang dibagi-bagi. Itu tidak hanya di Indonesia, di internasional yang kena denda ratusan juta dolar oleh Amerika Serikat juga banyak dari perusahaan hulu migas,” jelasnya.
Praktik korupsi yang terjadi di sektor hulu migas tersebut juga berdampak kepada sektor investasi. Sebab, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) harus menyiapkan dana lebih di luar dana investasi yang dibutuhkan untuk menggarap lapangan migas.
Amien menambahkan jika praktik korupsi itu bisa dihilangkan, maka investor tidak terganggu lagi. Sehingga akan menjadikan sektor hulu migas Indonesia lebih menarik bagi investor dan tentunya diharapkan investasi di hulu migas lebih meningkat.
(uji/JPC)
0 Response to "Kepala SKK Migas Sebut Sektor Hulu Migas Paling Rentan Terima Suap"
Posting Komentar